Kepasrahan

Enteh apa yang harus
Ku dendangkan pagi
Ini

Satu menyatu sendi
Taqdir, kueja dan baca;
Diaskara yang bisu
Membatu

Takkan
Jenuh, kun anti
Titik-titik kepastian;
Teka-teki kehidupan
Karena jiwa ini telah
Begitu pasrah di genggam
Kuasa rabbil alamin

Karena; diriku bukan
Penggenggam
Takdir.
(kota ukir 09 januari 2012)

Nb: Judul asli “Takdir”

About Hamam Abidin

Ngeblog adalah hobi paling mengasyikkan sejak saya kenal internet. Menulis di blog lebih bermakna ketimbang menulis status di facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *