Islam Zaman Dulu & Islam Zaman Sekarang

islam zaman dulu & Islam zaman sekarang

Teringat Kenangan taujih abah sekitar 2 tahun silam tentang surat al qoshosh ayat 77:

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni’matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Ayat itu ditujukan kepada nabi dan para sahabat… dimana para sahabat dahulu amat sangat tekun ibadahnya, bahkan terkadang mereka menjadi lupa akan kewajibannya terhadap dunia, menafkahi anak istri dan diri mereka.

Anas bin Malik meriwayatkan, ada tiga sahabat yang berkata, “Aku akan shalat malam selamanya”. Ada juga yang berkata, “Aku akan puasa dahr (berturut-turut selama setahun) dan tidak berbuka”. Yang lain berkata, “Aku akan menjauhi wanita dan tidak menikah selama-lamanya”. Mendengar hal itu, Rasulullah SAW berdiri berkhutbah di hadapan khalayak, “sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut dan paling bertaqwa kepada
Allah diantara kalian. Namun aku berpuasa dan berbuka, aku shalat dan tidur, dan aku menikahi wanita. Siapa yang tak menyukai sunnahku, maka dia bukan termasuk golonganku” (HR Bukhari Muslim)

Untuk zaman skarang sepertinya sudah kebalikan, tanpa ditunjukkan ayat di atas umat zaman ini susah sangat rajin dan bergegas mencari dunia mereka…. Malah justru akhirat yang kelabakan, menjadi kerjaan sampingan, itu pun kalau sempat, ironis bukan…?

Ya Allah berilah kami pentunjuk-Mu.

Teringat Kenangan taujih abah sekitar 2 tahun silam tentang surat al qoshosh ayat 77:

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni’matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Ayat itu ditujukan kepada nabi dan para sahabat… Dimana para sahabat dahulu amat sangat tekun ibadahnya, bahkan terkadang mereka menjadi lupa akan kewajibannya terhadap dunia, menafkahi anak istri dan diri mereka.

Anas bin Malik meriwayatkan, ada tiga sahabat yang berkata, “Aku akan shalat malam selamanya”. Ada juga yang berkata, “Aku akan puasa dahr (berturut-turut selama setahun) dan tidak berbuka”. Yang lain berkata, “Aku akan menjauhi wanita dan tidak menikah selama-lamanya”. Mendengar hal itu, Rasulullah SAW berdiri berkhutbah di hadapan khalayak, “sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut dan paling bertaqwa kepada
Allah diantara kalian. Namun aku berpuasa dan berbuka, aku shalat dan tidur, dan aku menikahi wanita. Siapa yang tak menyukai sunnahku, maka dia bukan termasuk golonganku” (HR Bukhari Muslim)

Untuk zaman sekarang sepertinya sudah kebalikan, tanpa ditunjukkan ayat diatas umat zaman ini susah sangat rajin dan bergegas mencari dunia mereka…. Malah justru akhirat yang kelabakan, menjadi kerjaan sampingan, itu pun kalau sempat, ironis bukan…?

Ya Allah berilah kami pentunjuk-Mu.

About Hamam Abidin

Ngeblog adalah hobi paling mengasyikkan sejak saya kenal internet. Menulis di blog lebih bermakna ketimbang menulis status di facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *