Tips: Cara Efesien Menghafal Al Qur’an Mandiri atau Talqin Anak-anak

Bismillahirrahmanirrahim…

Sebenarnya sudah cukup pada asatidz atau praktisi-praktifi tahfidzul qur’an memberikan tipsnya, bagaimana cara efesien menghafal Al Qur’an. Namun jika kita bahas mengenai “Cara” maka kita memasuki lahan unlimited, tak terbatas.

Termasuk cara yang ingin saya kemukakan disini, cara ini merupakan temuan ustadz pengampu tahfidz saya, ustadz Muflihun. Didapat dari pengalaman beliau mengajar anak-anak seusia sekolah dasar (SD) dirumahnya.

Sedikit beliau menuangkan kisahnya, bahwa dirumahnya ada sekita 30-40 santri dari TK hingga SD, beliau ajarkan menghafalkan Al Qur’an secara talkin (Guru membaca diikuti anak-anak, atau guru dan murid bersama-sama membacakan Al Qur’an) perharinya, 1/2 muka atau 1/3 muka secara rutin, namun hasilnya cukup mengejutkan, rata-rata para santri mampu menghafalkan 5 juz dalam 1 tahunnya dan ujiannya dalam setiap 1 juz pun anak-anak bisa lancar.

Metode

Tipsnya mudah, intinya dari setiap penggalan ayat kita hafalkan dari belakang, di fahami dulu maksud menghafal dari belakang itu.

Jika sudah faham. Saya kasih contohnya:

Kita akan menghafalkan ayat dari surat An Naba’, karena untuk 1 ayat saja terlalu pendek, maka akan langsung kita hafalkan 2 ayat.

Dari dua ayat itu, kita bagi 2 bagian, kemudian kita hafalkan bagian belakangnya dulu, عن النباٍ العظيم. Jika sudah hafal mulai kita hafalkan penggalan ayat pertama, عم يتساءلونkemudian langsung disambungkan dengan penggalan terakhir tadi menjadi satu kalimat yang lengkap عم يتساءلون عن النباٍ العظي.

Penerapan

Cara diatas terbukti sangat efesien, dan dengan mudah merangsang daya ingat kita. Sebagai contohnya saya, jika menggunakan cara konvensional (dibaca secara urut, kemudia dihafal) butuh beberapa jam untuk menghafalkan 1/2 lembar, namun dengan cara ini bisa 1 hingga 1/2 jam saja. Tentu saja semakin kita membiasakan diri dengan menghafal maka semakin cepat pula daya ingat kita. Namun yang harus diperhatikan adalah kedisiplinan, bagaimana pembimbing benar-benar istiqomah menggunakan metode ini karena kalau berubah-rubah metode justru tak bagus buat murid.

Bagi guru yang mengajarkan Al Qur’an juga sangat terbantu jika menggunakan metode ini waktu lebih efesien dan guru juga tidak perlu membacakan semua ayat. Misalkan, guru membacakan ayat terakhir dari 2 penggalan, ketika murid hafal kemudian lanjut menghafalkan ayat pertama, sang guru tak perlu membacakan lagi penggalan terakhirnya, cukup menyertai hafalan murid di penggalan yang depan selanjutnya diteruskan para murid.

Jadilah menghafal bagi murid itu bagai bermain puzzle, ayat-ayat yang dihafal lebih melekat dalam daya ingat karena metode seperti itu lebih berkesan pada otak.

About Hamam Abidin

Ngeblog adalah hobi paling mengasyikkan sejak saya kenal internet. Menulis di blog lebih bermakna ketimbang menulis status di facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *