Wajah Purnamamu

Malam ini
walau tak ada purnama
membelai wajahmu
kau tetap kau yang anggun

Meski tiada kalimat indah
pujian buatmu.
Namun, kekagumanku telah berbisik
dalam hati

Sajakku telah menggelayut sendiri
tak ingin mengusikmu
biar jadi senandungku hari esok
hingga tua

Hari ini belum lagi kupikirkan untuk
jatuh cinta kepada hamba tuhan,
lagi-lagi namamu menari-nari dalam hati ini
entah setan atau tuhan yang membimbing;
biar kusimpan sendiri, kau tak usah tahu.

Tak berani kau dengar kusebut namamu
karena,
belum lagi aku mampu menjemputmu
dalam mahligai cinta hakiki.

Dan saat ini, disini.
aku masih sendiri, dengan menyimpan utuh namamu
kubawa sendiri
kemanapun, penghiburku dari sepi.
seakan namamu saja, sebuah jimat kehidupan.

Oleh Hammam. Malam 23 Ramadan, dalam bilik kamar saat menjenguk KBM di waktu sahur.

About Hamam Abidin

Ngeblog adalah hobi paling mengasyikkan sejak saya kenal internet. Menulis di blog lebih bermakna ketimbang menulis status di facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *