Facebook Translate Untuk Bahasa Indonesia

Pada bulan April yang lalu Facebook melakukan survey bahasa (translate/terjemahan) kepada seluruh penggunanya di seluruh dunia. Survey itu terfokus pada bahasa yang paling sulit untuk diterjemahkan.

Lebih dari 100 juta reponden ikut ambil bagian dalam survey itu. Survey juga mengajak penggunanya untuk ikut membantu menyempurnakan terjemahan. Pada tanggal 10 September 2016, Facebook resmi telah merilis hasil survey.

Bagi pengguna Facebook Indonesia, pada umumnya sulit untuk menerjemahkan bahasa Thailand dan India. Namun fakta yang sangat mencengangkan ternyata responden seluruh dunia hampir 90% mengatakan bahwa bahasa Indonesia paling sulit hingga tidak bisa diterjemahkan.

Mengapa pengguna Facebook global menyatakan bahasa Indonesia sulit/tidak bisa diterjemahkan?

Jangankan untuk diterjemahkan, bahasa yang digunakan netizen Indonesia bahkan banyak yang tidak terdaftar di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Banyak kata yang disingkat seperti “tdk”, “yg”, “ga”, ” rmh”, “tmn”, dan masih banyak lainnya. Banyak juga menggunakan kata yang aneh seperti “kata’a”, “x aja”, “botax”, dan masih banyak kata aneh lainnya. Yang paling miris banyak netizen yang mengaku cinta Indonesia tapi merusak tatanan bahasa Indonesia dengan bangganya menggunakan kata yang sebenarnya entah itu bahasa apa, seperti “coeg”, “anjeg”, “anjrit”, dan kata lainnya yang tidak ada di KBBI.

Berdasarkan hasil survey itu, akhirnya pihak Facebook memutuskan akan menghapus bahasa Indonesia dalam algoritma mereka pada awal tahun 2017.

#cumahumordotcom hasil kopas dari facebook

About Hamam Abidin

Ngeblog adalah hobi paling mengasyikkan sejak saya kenal internet. Menulis di blog lebih bermakna ketimbang menulis status di facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *