Claudio Ranieri Pelatih Terbaik 2016 versi FIFA

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Kali ini saya ingin menulis tentang bola. Awalnya saya tak pernah tertarik dengan dunia bola kecuali dulu memasa bocah ikut-ikut tetangga main bola, atau dulu saat nyantri di pesantren karena punya waktu free time seminggu hanya sekali dari jam 4-5 sore dan teman-teman lebih memilih main bola.

Tapi kali ini saya menulis sudah sebagai pecinta bola walaupun cinta dalam kutip “game bola dan berita-berita bola” kalau olahraga fisik saya lebih memilih renang atau lari.

Bagian 1

Tahun 2016, Para Pemenang Yang Tak Terduga.

Bagi dunia bola tahun 2016 adalah pertarungan yang menarik, paling tidak pertarungan Liga Champion, Liga Primer dan EURO adalah pertarungan yang seru dan menegangkan.

Dimana para pemenangnya adalah telah melewati pertandingan yang sulit, orang-orang bahkan tak pernah membayangkan Leicester City keluar sebagai pemenang Liga Primer Inggris, saya sangat suka bagaimana aksi Vardy dan Mahrez merobek gawang lawan, dan bagaimana Kante bekerja keras seperti Guardian of Galaxy menjaga markas dari serbuan musuh.

sumber gambar: goal.com
sumber gambar: goal.com

Ranieri mematahkan prediksi-prediksi media yang biasa sentar di Inggris, padahal sebelumnya Leicester hanyalah klub yang baru promosi dari divisi 2. Tampaknya telah membuat keajaiban dan itulah yang terjadi.

Bagian 2

2016 tentu saja tak cuma tentang Ranieri selaku pemenang Best Coach versi FIFA, melainkan juga bagaimana Zinedine Zidane yang menggantikan Rafael Benetiz pelatih Real Madrid yang bertanggung jawab atas kekalahan demi kekalahan anak asuhnya, sebagai manager pengganti untuk klub yang tengah mengalami frustasi, Zidane datang membawa harapan dan optimisme.

Sumber gambar: en.as.com
Sumber gambar: en.as.com

Hasilnya dengan gemilang ia dan timnya juara kompetisi paling bergengsi di Eropa Liga Champion, sementara di liga domestik kasta tertinggi spanyol secara konsisten memgumpulkan poin dan akhirnya walau tidak keluar sebagai juara, Real Madrid jadi runner up hanya beda tipis 1 poin dari Barcelona Baca Barcelona juara, Real Madrid Jadi Runner Up.

Kebahagiaan itu semakin sempurna ketika dia mengantar anak asuhnya jadi juara dunia antar kutub.

Zidane panen ujian, bagaimanapun pekerjaannya juga fenomenal. Sebagai sesama muslim saya mengaguminya.

Bagian 3

Ada lagi nama beken yang masuk nominasi 3 besar pelatih terbaik 2016 FIFA juga bikin saya geleng-geleng kepala, namanya Fernando Santos.

Ya, bener banget ia adalah coach timnas Portugal, Christian Ronaldo, Nani dan kawan-kawan. Saya masih ingat, pada EURO 2016 lalu saat pertarungan fase grup Portugal berjibaku, permainannya kalah jauh dibanding kompetitor unggulan.

Berbagai media saja diawal sudah menentukan klub-klub mana yang jadi favorit juara dan tim-tim kuda hitam di EURO.

Prancis tentu saja jadi favorit, Spanyol, Jerman, Inggris, Wales, Belgia, Polandia, Krosia dll tapi Portugal bahkan tak disebut, memang mengingat permainan mereka di fase grup terlihat tak meyakinkan, meski begitu mereka tak pernah kalah, jadi sekalipun menempati posisi ke 3 di grup Portugal tetap bisa maju.

Pertandingan demi pertandingan Portugal belum dipandang sebagai kandidat yang pantas juara, hingga akhirnya saat detik-detik Eder menjebol gawang Prancis dan tak lama kemudian pluit akhir bergema menggetarkan jiwa supporter Prancis selaku tuan rumah.

sumber gambar: skysport.com
sumber gambar: skysport.com

“Gila…!” Itu komentar saya, dan barangkali lebih banyak lagi yang mengatakan hal yang sama, terperangah,

“PORTUGAL JUARA?”

Seolah Fernando Santos mentertawakan semua orang, komentator, pengamat dan penggila bola yang dulu meremehkannya,

“Nggak apa main jelek, yang penting juara” kata Santos.

Santos luar biasa, seperti Ranieri dan Zidane, tapi sayang pemenang Best Coach hanya ada satu. Jika saya memilih, saya akan beri ketiganya trofi the best coach versi mashamam.com.

About Hamam Abidin

Ngeblog adalah hobi paling mengasyikkan sejak saya kenal internet. Menulis di blog lebih bermakna ketimbang menulis status di facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *