Review Film Desolasi: Sebuah Revolusi Tujuan Hidup Manusia

Assalamualaikum,

Saya pengen review sebuah film terbarunya (sebagai pemain) bang Syamsul Yusof: Desolasi, sementara film ini sendiri adalah karya adiknya Syafiq Yusof. Syamsul Yusof adalah pemeran, penulis cerita dan Sutradara film Munafik, film horor Malaysia yang sangat sukses, baca: Review Film Munafik, biar horor tetap syari

Plot cerita

Desolasi menceritakan bagaimana sosok Aiman sejak kecil selalu menghadapi masalah yang tak pernah ia jumpai jawabannya, ketika masih sekolah dasar ibu guru meminta ia menggambar pohon yang berdaun hijau, Aiman justru menggambarnya warna biru.

Ketika ia ditanya “Kenapa warna biru Aiman, harusnya kau lukis wana hijau?

Sang guru justru balik ditanya “Kenapa wana hijau, kenapa daun harus warna hijau”?

Sang guru berang tak bisa berkata apapun rotan adalah jawabannya, tanpa ampun Aiman dipukuli di depan kelas.

Begitulah seringkali ia mengalami masalah yang menimbulkan pertanyaan yang ia tak tahu jawabannya.

Hingga Aiman dewasa tumbuh berbagai persoalan hidup tak pernah lari darinya, dan masalah itu selalu mengarah ke Ayahnya (diperankan Jalaludin Hasan) yang membuat Aiman merasa sangat kesal.

Suatu hari Aiman babak belur dikroyok orang yang ditipu oleh perusahaan fiktif tempat Aiman bekerja, ia pingsan dijalan dan kemudian ditemukan oleh seseorang yang beberapa kali mengamatinya dari kejauhan.

Ketika bangun, Aiman mendapati dunia yang kosong tanpa manusia, tanpa seorangpun, barang-barang mewah, mobil dan semua hal tak ada yang memilikinya.

Ia mendapati dunia benar-benar tanpa masalah, tentu saja walau heran, ia benar-benar senang, ia nikmati semua kemewahan itu kebahagiaan yang selalu diimpi-impikan.

Tapi berapa lama akan begini terus, ia akan bosan sekalipun harta seluruh dunia jadi miliknya, apa gunanya jika ia sendiri? Bahkan nabi Adam pun diciptakan bersamanya Hawa, Malaikat dan Iblis.

Review

Film ini inspiratif, religi, dan sebuah gaya dari film-film yang perani Syamsul Yusof.  Awalnya saya sempat mengira ini film horor, ternyata bukan hehehe.

Kenapa hidup? apa tujuan hidup? Dan mengapa harus ada masalah? Pertanyaan itulah yang ditekankan oleh film ini. Kualitas akting bang Syamsul juga saya kagumi, melihat wajahnya saja saya melihat bahwa Aiman sosok anak yang tak pernah bahagia.

Ada hal yang lucu dan tragis, saat Aiman memasuki dunia tanpa masalah, aiman melakukan apa saja, ketika bosan ia berlagak seperti pemeran dalam dunia game, bawa RPG, tank, Ak47 dan senjata tempur lainnya untuk menghancurkan gedung-gedung.

Yang saya kurang puas dalam film ini adalah perjalanan Aiman dalam imajinasi, yakni saat menjalani hidup diberbagai dimensi dan bertemu Maya. Meski peran akting Syamsul bagus tapi dari sisi animasi, pengolahan film atau apalah namanya, terlihat kurang, bintang 3.5-lah jika dibanding film Hollywood hehe…

Tapi film ini tetaplah film sangat bagus dan berkwalitas, secara keseluruhan kualitas penyutradaraan saya kasih jempol 4, akting keren, ide cerita menggelegar segar. Inspiratif bagi seseorang yang belum menemukan jawaban hidupnya, bisa menyaksikan film ini.

Review ini saya akhiri dengan sebuah quote yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup.

“Hidup ini adalah ujian. Kalau semua orang kaya dalam dunia, maknanya dunia ini bukanlah ujian. Tabah, sabar dan redha hadapi semua ujian dalam kehidupan, Insyallah akan dibalas dengan syurga di akhirat kelak”.

Pemeran:

Syamsul Yusof: Aiman | Bella Dally: Maya | Jalaludin Hasan: Bapak Aiman | Pekin Ibrahim: Zahid | Jacky Kam: Doktor Yap | Aida Khalida: Ibu Aiman | C. Kumaresan: Polisi

Poster

About Hamam Abidin

Ngeblog adalah hobi paling mengasyikkan sejak saya kenal internet. Menulis di blog lebih bermakna ketimbang menulis status di facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *