Review Solus Linux 2017: Budgie, Racikan Desktop Ringan dan Elegan

Di awal kalender baru masehi ini, tim solus project merilis distro linux dengan desktop bernama Budgie. Pada mulanya saya nggak punya rasa penasaran sama sekali ketika melihat rilis press yang dilansir oleh distrowatch.

Tapi beberapa kali melihat sebuah artikel yang ngelist beberapa distro yang memiliki potensial jadi terbaik selain distro-distro mainstrem, semacam Ubuntu, Opensuse, Fedora dan lainnya. Dalam artikel tersebut disebutkan beberapa distro desktop yang memiliki keunikan, Solus adalah salah satunya.

Akhirnya saya download untuk menjajal apa istimewanya distro ini?

Sekilas terlihat simpel. applet dengan icon cantik.

Kecepatan Booting

Sebelumnya saya jelaskan ya, dalam review ini mesin yang digunakan adalah Notebook Dell 3137 dengan prosesor Intel Celeron 2955U dual-core 1,4GHz dan ram 2 GB.

Ketika proses awal mode live usb, kecepatan booting relative cepat jika dibandingkan OpenSUSE versi 42 desktop KDE.

Di mulai dari Splash screen ala Solus hingga muka desktop tampil bagus dan berjalan lancar tanpa ada kendala.

Performa Desktop Budgie

Kalau tidak salah, Budgie ini semacam Cinnamon yang merupakan fork dari Gnome 3. Ketika saya coba buka beberapa aplikasi bawaan memang mayoritas adalah aplikasi yang terinterigasi dengan Gnome 3.

Koreksi dari mas Yu Rizal bahwa Budgie ternyata bukan fork, melainkan dibangun dengan teknologi gnome, jadi dibeberapa sisi ada kesamaan.

Dan kabar baiknya, Budgie tengah ditulis ulang menggunakan QT seperti KDE (Gnome = GTK)

Juga beberapa bagian Gnome 3 sengaja tidak di ubah oleh tim Solus-project, seperti windows manager. Contoh seperti gambar dibawah:

File Manager Budgie sama bawaan Gnome 3

Masih terlihat mirip dengan gnome 3 tapi fungsinya diubah, tombol close, minimize, search dan lainnya agar lebih simpel.

Performanya pun impresif, bahkan berani jika diadu dengan Mate yang merupakan fork Gnome 2. Tapi jika disandingkan dengan desktop Cinnamon, tentu Budgie akan juara terutama dalam performa dan kecepatan.

Tapi maaf ya, lupa screenshot taskmanager, jadi ram usagenya nggak ke shot.

Antarmuka Budgie

Kok Budgie lagi yang dibahas? Memang, karena membicarakan perbedaan antar distro linux rata-rata hanya perbedaan fitur aplikasi bawaan dan pada desktop environmentnya saja, sangat jarang distro yang dirilis memiliki perbedaan dalam sistem. Karena kernelnya sama Linux!

Budgie pun demikian, desktop ini ikut dirilis dalam brand Solus OS, walaupun distro lain bisa merasakannya juga.

Budgie memiliki antarmuka yang hampir mirip dengan Xfce desktop, Mate ataupun LXDE:

Menu Solus

Karena memang tujuannya, simpel, elegan dan kecepatan, Budgie bisa disandingan dalam jajaran desktop environment ringan atau bisa juga desktop for old pc.

e33y0pp Setting Manager Solus, identik dengan Gnome Ubuntu dan Cinnamon
  • Setting manager tampil apik dan elegan, terutama icon-icon yang menyegarkan.
Terminal Solus
  • Terminal solus layaknya distro umumnya, bedanya sedikit polesan berupa backgroud transparan dan warna-warni pada text.
background changer
  • Klik kanan pada desktop hanya berfungsi untuk mengganti background/ wallpaper dan pintasan ke setting manager.
Applet bar
  • Ini salah satu yang unik pada desktop ini, walau biasa kita jumpai pada desktop Windows 8.1, Deepin, Manokwari (Blankon Linux) tapi tentu saja ini berbeda, karena sederhana, pertama: Kalender, kedua: notifikasi bar, ketiga: settingan untuk mengganti tema desktop, icon, tema mouse dan beberapa hal lainnya.

Software

Solus project tak sekedar distro ikut-ikutan, bahkan melahirkan distro solus dengan paket manager yang berbeda, bukan .deb bukan .rpm tapi eopkg yang merupakan fork dari PiSi.

Terlihat menantang ya, tapi hal ini memiliki kekurangan, yakni build aplikasi yang masih terbatas. Tak seperti .deb dan .rpm yang sumbernya berlimpah dan banyak produsen software baik yang opensource, free hingga komersial sudah menyediakannya.

Solus memiliki software manager sendiri, beberapa software pihak ketiga juga ada

Software Manager, masih sedikit build aplikasinya
Software pihak ketiga

Terbaik?

Solus meskipun tampil istimewa, elegan dan rigan, mulai banyak penggemarnya. Tapi masih terlalu dini menilai sebagai distro terbaik. Meskipun saya berharap besar pada distro ini agar tampil menonjul menarik para Windowser agar sadar dan bertobat dari pembajakan :D.

Melihat bagaimana performa budgie, semoga memiliki kesuksesan yang sama dengan Mate. Apalagi Budgie tampil lebih memukau tanpa harus kehilangan khasnya sebagai sistem operasi linux. Ada beberapa distro cantik seperti Elementary sayangnya menonjolkan kemegahan Mac Os tau Zorin yang meniru Windows.

Ketika mencicipi Solus saya tak pernah menjumpai bug, dibanding saat menjajal distro lain.Bagi kamu penasaran ingin mencoba Solus, jangan ragu. Solus tak akan mengecewakan ekspektasimu. Satu-satunya kekurangan Solus (menurut saya kekurangan fatal bagi newbier) adalah aplikasi yang tersedia di software center masih terbatas.

Akhirul kalam, semoga tulisan Review Solus Linux 2017: Budgie, Racikan Desktop Ringan dan Elegan bermanfaat bagi teman-teman. Jangan sungkan beri saya kritik dan masukan.

Artikel lain: Cara Mengganti Tema Budgie, Ikon Tema dan Tema Cursor

 

Download Solus

About Hamam Abidin

Ngeblog adalah hobi paling mengasyikkan sejak saya kenal internet. Menulis di blog lebih bermakna ketimbang menulis status di facebook.

9 thoughts on “Review Solus Linux 2017: Budgie, Racikan Desktop Ringan dan Elegan

  1. Yay! Atas reviewnya…
    Tapi Budgie ini bukan fork dari Gnome Shell.
    Budgie dibuat dari teknologi Gnome, Budgie dibuat tanpa melakukan fork Gnome Shell.
    Sekarang Budgie akan ditulis ulang menggunakan Qt.

    1. Oh, terima kasih koreksinya sebenernya awal dugaan saya kayak gitu, tapi kok banyak kesamaan jadi saya kira fork seperti cinnamon.

      Kalau pakau QT makin keren juga ya. Moga nanti distro lain ikut mengadopsi Budgie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *