Santri Series: Nahwu dan I’robnya

Bismillah…

Nahwu. Tahu nahwu? Nggak. Nahwu adalah pelajaran wajib para santri yang mempelajari tentang kaidah bahasa arab.

Bagi para santri yang nggak belajar apa itu nahwa bisa dibilang ketinggalan jaman :D. Bahkan di sebagian pesantren salafy (bukan kelompok salafi ya) yang masih menggunakan metode tradisional (pesantren ada dua macam: modern dan salafy) mengharuskan santrinya menghafal nadzom nahwu kitab Alfiyah yang lebih dari 1000 bait berbahasa arab.

Kenapa sih santri getol banget sama bahasa arab? Gini, ada ahli bijak mengatakan “kunci ilmu adalah bahasa”, sepakat? Ya.

Jadi bahasa arab adalah kunci ilmu-ilmu khususnya yang bertema keislaman. Apalagi Al Quran pakai bahasa arab, walau membacanya saja mendapat pahala, tapi mentadaburi, menjiwai dan memahaminya adalah esensi utama mengapa Al Qur’an diturunkan kepada hamba-Nya dan itu kita butuh mengerti artinya. 

“Kan sudah ada terjemahanya?” Memahami karena tahu artinya dengan membaca terjemahannya tentunya beda. Terutama Al Quran adalah bahasa yang nilai sastranya tinggi, sementara terjemahan hanya mengambil makna umumnya saja tapi tidak membahas nilai sastranya.

Dalam bahasa arab kita tak hanya menghafal kosa kata dihafal dan praktek, namun ada kaidah dan balaghah jika ahli dalam 2 hal ini dijamin, bahkan orang arab asli sendiri bakal angkat topi sebagai bentuk penghormatan.

I’rob

Kita lupakan tentang nahwu, saya cuma mau nulis tentang ujian semester 2 saya kemarin di Abu Bakar Ash-Shidiq UMS Surakarta di pelajaran Nahwu.

Pada pertanyaan terakhir, dosen memberi kami 2 kalimat sederhana untuk di i’rob:

درس الطالبان اللغة العربية

Bagaimana i’robnya? Begini:

درس: فعل ماض مبني على الفتح فى محل رفع 

الطالبان: فاعل مثنى مرفوع وعلامة رفعه أليف

اللغة: إسم منصوب وعلامة نصبه فتحة ظاهرة، مفعول به 

العربية: نعت منعوت منصوب وعلامة نصبه فتحة ظاهرة
Kalimat utuh درس الطالبان اللغة العربية dinamakan jumlah fi’liyah, kalimat yang tersusun dari fi’il, fa’il dan maf’ul (Kata Kerja, Pelaku dan Objek)

About Hamam Abidin

Ngeblog adalah hobi paling mengasyikkan sejak saya kenal internet. Menulis di blog lebih bermakna ketimbang menulis status di facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *