Tentang Hobi

Bismillah…

Sebelum bahas tentang hobi, saya ingin memulainya dengan cita-cita. Kenapa? Karena selama ini saya tidak memiliki cita-cita yang pasti.

Ketika saya ditanya orang, contoh ketika SD guru kami bertanya

“Nak, cita-cita kamu apa?”

 

“Jadi guru bu guru”

naik lagi, ketika saya di pesantren

“Cita-cita kamu apa?”

 

“Jadi ulama ustadz”.

Jadi guru atau pun jadi ulama’ tentunya cita-cita mulia bukan? Tapi ketika bertambahnya umur dan pengalaman hidup, saya menemukan beberapa hobi baru yang sangat saya nikmati. Contoh lain, ketika masih dipesantren saya justru sangat menyukai dunia jurnalistik, cita-cita saya mulai berubah arah, ingin jadi penulis.

Kemudian di beberapa tahun lagi, saya begitu gandrung dengan warnet, komputer plus ketika di pesantren saat menjabat di OP3IM (semacam OSIS) saya memegang bagian majalah, dan diberi wewenang terhadap komputer dimana saat ini hanya ada 2 komputer, 1. Ketua OP3IM 2. Bag. Majalah.

Pada saat bebas tugas, dibandingkan teman-teman satu faksi (bagian majalah ada 3 anggota), saya sangat berkuasa atas komputer, mulailah hobi baru yakni oprek komputer, saya juga mulai berlanggan majalah PC Media dan koran PC Mild, sebuah majalah komputer yang saat ini entah apa masih terbit atau dihentikan seperti Majalah Chip yang kabarnya sudah dinonaktifkan.

Dari hobi baru tersebut lahirlah cita-cita baru, saya ingin jadi hacker hebat, aih… bahkan sampai sekarang bahasa pemerogaman sederhana seperti HTML dan javascript saja belum bisa.

Pencarian jati diri terus berlanjut bahkan sampai saat saya berumur 23, ya saat ini. Belakangan ini saya punya cita-cita baru, ingin jadi pedagang/ pengusaha, keduanya berbeda tapi semoga saya menjadi salah satunya.

Sampai sekarang saya tidak terlalu mengerti tentang cita-cita, saya melihat teman-teman dari kecil hingga besarnya bisa memiliki 1 cita-cita yang selalu ingin diwujudkan. Sementara saya punya 5, cita-cita masa kecil, remaja, semi dewasa dan dewasa (walau sebenarnya saya belum dewasa).

Hobi lain

Hobi lainnya tentu masih banyak, 5 hobi diatas disebut lebih awal karena berhubungan dengan cita-cita. Saya punya banyak hobi lain.

Traveling

Ini adalah bakat hobi turunan dari si mbok dari ayah. Walau saya tak pernah jumpa :hiks, tapi berdasar riwayat yang disampaikan beberapa sedulur, si mbok saya orang yang suka keluyuran dengan sepeda tuanya. Mangayuh Kedir-Malang adalah hal yang biasa. Al marhum bapak pun sama, sangat hobi jalan-jalan dengan motor GL-100nya yang kerap kali mogok.

Sejak kecil saya sering diajak bepergian oleh bapak, sambil menghafal ayat demi ayat Al Qur’an dalam perjalanan. Ketika ada pemandangan yang istimewa, beliau suka heboh.

“Mam… Mam… (saya lagi mode tidur hehe) iku lho kali indragiri” saat melintasi sungai indragiri.

Gambar: wisatamelayu.com

Atau saat saya bepergian dengan bapak ke jawa timur, ketika melewati pegunungan.

“Mam… Iku lho bromo”

“Iku lho, semeru”

“Iku lho wilis”

Bahkan tak peduli itu saya sudah tahu karena berulang kali beliau menujukkan setiap kali melewati tempat tersebut, al marhum bapak akan selalu seperti itu.

Hingga saat ini, saya sangat menyukai berkunjung ke tempat-tempat wisata, seperti gunung, sungai, pantai, tempat-tempat sejarah dan lainnya. Saya juga kadang suka jalan-jalan tanpa tujuan, tanpa arah. Asal jalan saja. Saya sangat mewarisi bapak untuk hal ini.

Wisata Kuliner

Satu lagi yang hobi ini saya warisi dari beliau, hobi makan diwarung. Tapi tidak bisa banyak cerita tentang bapak soal ini.

Tapi awal suka dunia kuliner, juga berawal dulu dari jaman SD saya suka masak, ya sekedarnya masak mie dan nasi goreng dan terus berkembang sampai saat ini hobi masak masih selalu ada. Tingkat kelezatannya tentu lebih lezat dibanding masakan warung klontong.

Jika mendapati makanan yang menarik perhatian dan nafsu makan, saya akan senang hati membelinya. Dengan ketentuan makanan harus dijamin halal ya… Soal harga sesuai keadaanlah.

Sekian dulu ceritanya…

 

About Hamam Abidin

Ngeblog adalah hobi paling mengasyikkan sejak saya kenal internet. Menulis di blog lebih bermakna ketimbang menulis status di facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *