Wisteria Theme: Very Simple dan Responsive

Kalo bahas tampilan/ tema blog memang nggak akan ada habisnya, tapi paling tidak saya sudah punya beberapa kriteria tema blog yang cocok. Demi selara ini, saya sudah beli banyak tema premium, karena saya tidak suka bajakan khususnya dari segi software dan konten digital lainnya kecuali musik (kebetulan nggak terlalu hobi musik) dan film (sulit menghindari film bajakan).

Saya punya lisensi untuk beberapa theme

  1. spike: Theme premium milik Mythemeshop, status lisensi lifetime.
  2. Yosemite: Theme premium milik Mythemeshop, status lisensi lifetime.
  3. DIVI: Theme terkenal milik Elegant theme, status lisensi lifetime.
  4. Nyeo: Theme asal indo milik indtheme.com, status lisensi lifetime.

Dari ke4 lisensi diatas bisa request no 1 dan 2 melalui komentar, kalo yang ke3 saya komersialkan dengan harga 10.000 saja sudah termasuk semua plugin milik Elegant Theme. Tapi yang ke 4, developernya melarang hasil karyanya dijual kembali atau bahkan dibagi-bagi gratis.

Bicara tentang tema wordpress, saya nggak pernah merasa puas, bahkan 4 tema diatas yang premium akhirnya tidak saya gunakan karena kurang cocok.

Beberapa kriteria yang saya inginkan:

  1. Simpel, contoh adalah tema buatan wordpress yang ke 12 Twenty Twelve, tapi sayangnya theme ini kurang menarik, desainnya terlalu standar.
  2. Ada header.
  3. Logo ditengah atau bisa di kiri.
  4. Layout sederhana, ada konten area, dan sidebar.
  5. Tampilan sidebar/ widget menarik.
  6. Auto readmore, semua tema buatan WordPress read more harus manual.
  7. Ada footer widget.
  8. Full version, di wordpress.org banyak sekali tema gratis tapi sayangnya hanya versi lite saja, jika ingin full fitur harus upgrade ke versi pro. Saya nggak sudak tema yang kualitasnya setengah-setengah. Lebih suka free meskipun fitur terbatas

Tema-tema kriteria saya banyak dijumpai di template-template blogspot milik google, inilah nasib kalau nggak ngerti koding, yang ngerti bahasa html, css, javascript dan php tentu tema bukanlah soal, karena bisa bikin sendiri.

Saya hanya bisa edit sedikit kode css dan php dari bantuan google, pernah mengedit tema Twenty fourteen ada kepuasan tersendiri , tapi akhirnya saya campakkan, pernah juga edit tema Activello milik Colorlib.com hasilnya justru menakutkan, lebih buruk dari tema awal.

Wisteria Themewisteria theme wordpresswisteria theme wordpress

Sekarang menemukan theme yang menurut saya keren, simpel dan responsive. Hanya saja tema ini tidak memiliki widget di footer area. Tapi cukup menawan.

Sumber: wpfriendship.com

Ya, sangat simpel dan minimalis, jika dipoles sedikit saja dengan kemampuan css coding terbatas, tema ini bisa cantik versi saya.

Contohnya seperti gambar berikut -Gambar dalam bentuk gallery, silahkan di klik :

Untuk halaman single post/ halaman konten:

Untuk demo defaultnya, bisa kamu lihat di website kreatornya:

Jika jika kamu tertarik dengan editan saya, jangan sungkan komentar atau request, akan saya kasih code css yang siap di kopi&pasta.

About Hamam Abidin

Ngeblog adalah hobi paling mengasyikkan sejak saya kenal internet. Menulis di blog lebih bermakna ketimbang menulis status di facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *