Review Silicon Velley: Sebuah Series Bertema IT

Sumber gambar: wikipedia.org

Dunia it adalah sebuah tema yang saya gemari sejak mengenalnya.
Pertama kali saya memegang dan mengoprasikan komputer warnet di tahun 2007, rasanya wow banget. Ketika saya menjadi pimred majalah pesantren dulu tahun 2009, dimana saat itu hanya ada 2 PC yang hanya boleh digunakan santri yakni PC OPPPIM (semacam osis) dan PC majalah Al Mujaddid, berasa wow juga. Dan terakhir, saat akhirnya saya membeli notebook sendiri di tahun 2012, saat itu seolah nggak percaya jika memiliki gadget tersebut.

Semua hal tentang IT saya menyukainya, lalu bagaimana dengan drama atau TV series? Ada teman merekomendasikan judul bernama Silicon Valley sebuah series Amerika tentang Star-up AS, sosok programmer yang memiliki algoritma pengompresan data serta 5 sahabatnya.

Review Silicon Valley series
Sumber gambar: blog.es

(Di kehidupan nyata, Silicon Valley adalah kota yang dihuni banyak industri bidang komputer dan semikonduktor sumber: Wikipedia)

Review
Sumber gambar: bilinkis.com | Peta Industri Teknologi Silicon valley

Kesan Pertama

  1. Pada season 1, khususnya episode-episode awal, saya kira developer yang berkumpul di 🏠 rumah Erlic adalah para Gay, terutama Erlic Bachman si pemilik rumah dan Jared Dunn, namun dugaan itu salah kaprah.
  2. Akting Richard sebagai CEO atau pemilik algoritma, sangat unik dan menggemaskan. Kadang saya merasa kesal dengan tingkahnya yang aneh, tapi kadang juga berfikir kok bisa ya dia akting kayak gitu. Karakter Richard sendiri adalah sosok yang gugup dan agak gagap saat bicara. Namun seiring waktu dia memimpin perusahaannya, Richard berubah menjadi sosok yang dapat diandalkan teman-temannya.
  3. Sosok aneh Jared, awalnya saya pikir dia gay karena menyukai Richard. Aktingnya sebagai orang aneh juga cukup memukau.

Review Silicon Valley Series Bertema IT

Series ini tentang perjalanan sebuah starup dimulai paling dasar dan bagaimana berbisnis. Ternyata starup bukan hanya membuat program yang keren, tapi banyak hal lain yang perlu diperhatikan, seperti soal mencari dana investasi, bekerja sama sebagai satu tim dan bagaimana menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar.

Apa gunanya program keren jika tidak sesuai dengan keinginan user? Programmer juga harus menciptakan produk yang diinginkan user, berkembang dengan berbagai inovasi baru.

Dalam perkembangan starup juga akan dijumpai berbagai kendala, salah satunya yang umum dijumpai adalah tentang pelanggaran hak paten. 

Series Silicon Valley banyak memberikan simulasi kehidupan starup secara real, tak lupa juga dengan suguhan komedi-tragedinya. 

Review Silicon Valley series
Sumber: businessinsider.com

Sampai habis 2 season, agak disayangkan series ini terlalu bertele-tele, bahkan di season 3 perusahaan Pied Paper yang dinamai oleh Richard itu belum ada titik terang, jatuh bangun karena serangan perusahaan kompetitor Hooli dan investor mereka berencana menjual Pied paper. 

Di akhir sesason 3 Silicon Valley meninggalkan penasaran bagaimana selanjutnya, serta apa konflik berikutnya yang akan dihadapi oleh Richard dkk? Sayang, season 4 belum juga tayang, kabarnya akan disiarkan 4 april ini oleh HBO.

About Hamam Abidin

Ngeblog adalah hobi paling mengasyikkan sejak saya kenal internet. Menulis di blog lebih bermakna ketimbang menulis status di facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *