Tentang Hukum Positif, Polisi dan Pencuri

Saya ingin bercerita tentang keluh kesah ibu setengah baya beberapa hari lalu yang mengusik rasa keadilan saya.

Ceritanya seorang ibu punya anak yang katakanlah tidak 100% normal (waras) namun menjalani hidup yang normal. Suatu ketika saat dia (anaknya) pergi kesuatu tempat, tiba-tiba orang ngaploki (jawa =  menghantam) tanpa sebab orang itu dikenal baik oleh korban atau ibu korban. Hantaman tersebut menyebabkan luka dan tembam kebiruan.

Orang tua tentu tak terima, melakukan visum di laboratorium dan sejenisnya sebelum 1×24 jam, sebagai bukti yang akan dibawa ke kepolisian.

Keanehan terjadi saat pelaporan selesai, dan tersangka diintrogasi penyidik. Tapi begitu usai, pelaku kekerasan ini tidak ditindak namun justru di bebaskan.

Tentu saja itu bikin shock, ibu korban sudah capek2 memvisum habis 200-rbuan, dan melaporkannya pada pihak berwajib tapi dia tak mendapat keadilan.

“Ngertio ngono tak kaploki wae dewe timbang lapor polisi barang .” (Tau gitu, lebih baik saya gebuki saja sendiri daripada lapor polisi segala).

“Wong cilik mau ke pengadilan juga susah, karena pengadilan perlu duit juga” Tambah sang ibu

Ibu setengah baya itu kembali bercerita tentang kasus pencurian dirumahnya, pencuri sudah ditangkap tapi kemudian dilepas begitu saja… Alasannya? Sebab barang yang dicuri nggak nyampe 2 juta.

“Lek ngono yo mending nyolong sitik2 penak ra bakal dipenjara”

(Kalo gitu mending kita mencuri dikit-dikit biar kalo ketangkep lepas lagi karena cuma maling dikit)

Cerita ibu diatas nyata, posisi saat itu di Surakarta, Kerten. Dan mengenai bagaimana pencuri dibawah 2 juta akan dilepas polisi tanpa tuntutan hukum memang banyak terjadi khususnya di Solo. Tempat saya tinggal, ada guru yang dicopet/ dicuri. Tapi saat membawa pencurinya ke polres, tersangka kriminal itu malah dibebaskan.

Sumber gambar: kanalaceh.com
Hal ini sangat mengusik keadilan, dan menunjukkan cacatnya hukum di negeri kita. Saya yakin jika uang/ harta yang dicuri itu milik pejabat besar, polisi akan bertindak gesit dan menjebloskan pelaku kriminal ke penjara.

Rakyat kecil? Ya mereka terima nasib, kalaupun ingin menggugat keputusan polisi di pengadilan harus mengeluarkan uang juga. Rakyat kecil mana mau repot2 seperti itu.

Polisi-polisi seperti itu bekerja bukan demi rakyat, tapi demi uang dan jabatan.

About Hamam Abidin

Ngeblog adalah hobi paling mengasyikkan sejak saya kenal internet. Menulis di blog lebih bermakna ketimbang menulis status di facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *